cool hit counter

PDM Kabupaten Banyuwangi - Persyarikatan Muhammadiyah

 PDM Kabupaten Banyuwangi
.: Home > Berita > Malam Refleksi Sumpah Pemuda, Memaknai Peran Pemuda Untuk Satu Indonesia

Homepage

Malam Refleksi Sumpah Pemuda, Memaknai Peran Pemuda Untuk Satu Indonesia

Minggu, 03-11-2019
Dibaca: 162

 

BANYUWANGI –  Optimalisasi peran pemuda ditengah keberagaman untuk satu Indonesia saat ini haruslah tetap dijaga. Dan ditangan pemudalah sebagai  tumpuan masa depan bangsa.  Untuk itu Forum Pemuda Lintas Agama (FORMULA 1) Banyuwangi melaksanakan sarasehan bersama dalam bentuk Malam Refleksi Sumpah Pemuda, (28/10)

 

Sebagai salah satu anggotanya, Pemuda Muhammadiyah melalui Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Banyuwangi hadir dan ikut serta dalam malam refleksi sumpah pemuda ini yang diselenggarakan di halaman Balai Pengobatan Rahayu, Dusun Jatisari Wringin Agung, Gambiran Banyuwangi.

 

Dalam kegiatan tersebut, tampak hadir pula sejumlah praktisi hingga pemuda dari berbagai komunitas berbeda. Mulai dari organisasi kepemudaan seperti Pemuda Ansor, Pemuda Hindu, Pemuda Budha, termasuk juga organisasi ekstra kampus semisal GMNI, HMI, serta komunitas pemuda Laskar Hijau.

 

“Sengaja acara tidak kita tempatkan didalam ruangan, tapi diluar ruangan dan tanpa tempat duduk. Jadi peserta duduk beralaskan tikar, hal ini kita maksudkan sebagai bentuk kesamaan derajat dan tidak ada perbedaan dari semua yang hadir”, terang Romo Fajar, Ketua Pelaksana.

 

Kegiatan ini merupakan momentum tepat untuk merefleksikan Hari Sumpah Pemuda, sekaligus sarana untuk mengikatkan kita kembali akan perbedaan namun harus tetap bersatu untuk mengoptimalisasi peran pemuda di era milenial seperti saat ini.

 

Satu persatu dari perwakilan yang hadir kemudian menyampaikan pandangan dan refleksinya tentang arti sumpah pemuda dari sisi pemuda sebagai bagian dari elemen bangsa. Banyak diantara perwakilan pemuda yang menyampaikan arti pentingnya persatuan ditengah keberagaman yang perlu dijaga sebagai modal membangun bangsa.

 

“Jika kami di Pemuda Muhammadiyah jauh hari sudah dibekali pendahulu, bahwa Pemuda sebagai pelopor, pelangsung dan penggerak membangun Indonesia. Bila pemuda saat 1928 melawan kolonial, namun saat ini adalah pemuda milenial yang harus mampu melawan hoaks disosial media dalam usaha menghambat persatuan bangsa”, ujar Sutrisno Hadi, Sekretaris Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Banyuwangi dalam penyampaiannya.

 

Diakhir sambutan penyampaian refleksinya kembali Sekretaris PDPM ini berpesan sambil berpantun, bahwa Kampung Damai Dengan Yang Tua dan Kampung Ramai Dengan Yang Muda. Selain itu gadget dan sosial media sama halnya dengan pedang, jika benar kita menggunakan akan menjadi manfaat namun jika salah menggunakan akan menjadi petaka.

 

Acara kemudian diakhiri dengan kesimpulan dan kesepakatan bersama dari berbagai macam penyampaian refleksi dari masing-masing perwakilan. Bila dahulu kolonialisme merampas persatuan dan kesatuan pemuda atas negara yang merdeka. Kini ancaman hoaks dengan sosial media harus kita perangi sebagai usaha untuk memecah belah persatuan ditengah keberagaman.

 

 

Kontributor : Rizkie Andri    


Tags: tag, berita, baru
facebook twitter delicious digg print pdf doc Kategori: kategori berita baru



Arsip Berita

Berita

Agenda

Pengumuman

Link Website